Ciri-ciri Flora dan fauna indonesia
A.) Flora
Kata flora berasal dari bahasa latin yang bisa diartikan sebagai alam tumbuhan atau nabatah yang di mana menyangkut semua aspek mengenai macam jenis tumbuhan dan tanaman.
Pengelompokan berbagai jenis tumbuhan ke dalam flora didasarkan pada wilayah, iklim, dan lingkungan tertentu. Selain itu, flora dapat merujuk pada perioda tertentu, misalnya flora fosil.
• Jenis-jenis Flora di Indonesia
Ada beberapa faktor geografis yang memengaruhi keanekaragaman hayati, sehingga menyebabkan flora di Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah.
1. Wilayah Indonesia Bagian Barat
Wilayah ini mencakup Jawa Barat, Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Di wilayah ini terdapat banyak curah hujan. Selain itu, wilayah ini didominasi oleh pohon dari famili Dipterocarpaceae yang merupakan tumbuhan tertinggi, membentuk kanopi hutan, dan menghasilkan biji bersayap. Adapun contohnya, seperti kayu kruing dan kayu meranti.
2. Wilayah Indonesia Bagian Timur
Di wilayah ini terdapat hutan musim yang memiliki ciri pada musim kemarau daun-daun tanaman berguguran, pohon-pohonnya lebih rendah daripada pohon hutan hujan tropis, pohon-pohonnya lebih jarang, ketinggian pohonnya sekitar 12-35 meter. Adapun contohnya, matoa dan Ficus (famili beringin).
3. Wilayah Indonesia Bagian Tengah
Di wilayah ini terdapat daerah padang rumput yang diselingi oleh semak-semak. Daerah ini dinamakan savana. Di Pulau Flores, Sumbawa, dan Timor terdapat hutan dengan rumput-rumputan pendek akibat curah hujan sedikit. Daerah ini cukup baik untuk usaha peternakan. Contoh tumbuhan di wilayah ini adalah eukaliptus.
Flora Langka di Indonesia
Pesebaran mahluk hidup di Indonesia terletak antara zona Oriental, zona Autralasia, serta zona Peralihan, sehingga memiliki keunikan dan memupunyai banyak tumbuhan langka.
Tumbuhan dikategorikan langka karena populasinya sudah sangat menerun. Adapun contohnya, sawo kecik, sukun berbiji, nangka celeng, gandaria, dan bedali.
Tumbuhan Endemik di Indonesia
Endemik dapat diartikan sebagai suatu yang khas, yaitu spesies yang hanya dijumpai di suatu tempat dan tidak dijumpai di tempat lain. Hal ini terjadi karena tempat tersebut merupakan habitat aslinya.
Di Indonesia, terdapat bunga langka sekaligus bersifat endemik, yaitu bunga Rafflesia arnoldi. Adapun contoh lainnya, yaitu bunga bangkai Amorphophalus titanum (Sumatra), anggrek hitam (Kalimantan), Rafflesia horsfilldi, Rafflesia patma, dan Rafflesia rochussenii (Jawa).
• Ciri Ciri flora di indonesia
Kayu kruing
1. pohon kruing dapat tumbuh mulai berukuran sedang hingga tinggi besar. Pertumbuhannya dapat mencapai ketinggian 65 meter.
2. Bentuk batangnya lurus dengan bentuk bulat gilig
3. Biasanya gemangnya berukuran lebih dari 150 cm hingga 260 cm.
4. Batang pohonnya akan mengeluarkan resin ketika dikelupas.
5. Pada rantingnya pohon ini memiliki rambut bertekstur kasar dan halus.
6. Bentuk daun pohon kruing menyirip lurus dengan urat-urat di bagian bawah daun yang terlihat jelas.
7. Pohon ini berbunga tunggal dan berukuran besar dengan 5 kelopak bunga.
8. Buahnya biasa disebut buah geluk, bentuk buahnya cukup unik karena terbungkus kelopak.
9. kayu ini memiliki warna merah kecoklat-coklatan. Namun ada beberapa juga yang memiliki warna merah yang lebih terang
10. Tekstur kayunya terasa kasar di sebagian besar permukaannya
11. Serat kayu ini juga terlihat lurus dan terkadang permukaan kayunya terasa licin ketika dipegang.
Kayu meranti
1. Kayu Meranti Mudah Dikeringkan
2. Kayu meranti tahan lama
3. Kuat dan anti rayap
4. Bahan konstruksi bangunan dan furniture
5. kayu meranti memiliki batas lingkar tumbuhnya tidak jelas, pembuluh berpori baur, memiliki persebaran tunggal dan ganda radial, tetapi tidak memiliki lingkaran tahun, sehingga teksturnya rata.
6. kayu meranti mempunyai ketahanan terhadap pecah dan kekuatan tarik lembaran pulp yang sangat baik
7. Kayu meranti merupakan kayu yang termasuk ke dalam genus Shorea dan famili dipterocarpaceae.
Pohon matoa
1. Pohon Matoa memiliki dimensi lebar besar dengan diameter yang bisa mencapai 100 cm dan tinggi lebih dari 20 meter.
2. Tanaman matoa memiliki ciri buah berbentuk bulat lonjong dengan diameter 1 sentimeter (cm) hingga 3 cm. Kulitnya berwarna merah kehitaman bila sudah matang.
3. Pohon matoa dapat tumbuh menjadi pohon sedang dengan tinggi rata-rata 18-20 meter dengan diameter batang mencapai 1 meter. Pohonnya tumbuh subur di daerah yang kondisi tanahnya kering dan dalam.
4. Buah matoa berwarna hijau saat masih mudah dan kuning atau merah saat matang, panjangnya sekitat 4 cm, dan masing-masing buah memiliki satu biji.
5. Bunganya tumbuh dalam tandan, kecil, tersusun rapih, dan berwarna putih atau krem.
6. Daun matoa besar dan panjang, tumbuh menyirip, berwarna hijau gelap, bergelombang, dan ujungnya meruncing.
Pohon ficus
1. bentuk daunnya yang lebar dan bulat, dengan ujung daun yang tumpul.
2. batang dari pohon ficus Amplissima identik dengan warna abu kehijauan berpantul kuning api.
3. Batang pohonnya pun memiliki tekstur halus dan tidak berduri.
4. Terdiri dari sekitar 850 spesies, jenis-jenis Ficus ini dapat berupa pohon kayu, semak, tumbuhan menjalar dan epifit serta hemi-epifit dalam familia Moraceae
5. Memiliki akar gantung yang cukup banyak dan besar. Fungsinya adalah untuk mendapatkan pasokan udara atau oksigen yang lebih banyak.
6. Daunnya banyak untuk memperbanyak fotosintesis
7. Akarnya kuat untuk menopang tubuhnya mempunyai batang yang besar mempunyai akar nafas
No 5 sampe 7 ciri ciri ficus microcarpa
8. Daunnya berbentuk obovate, panjangnya lebih dari 10 cm dan tersusun secara spiral. Daun-daun tersebut dapat bertahan selama 6 hingga 12 bulan di pohon.
9. Pohon ara jejawi berbentuk semak atau pohon yang tumbuh cepat, bertajuk luas, mengembang dan membulat. Di alam liar, pohon ara jejawi dapat mencapai ketinggian 15 meter dan diameter batang 1 meter.
10. Batangnya berwarna abu-abu cerah mencolok, halus, dan mengeluarkan getah putih jika dilukai.
11. Ficus adalah satu-satunya keluarga tanaman yang memiliki karakteristik sistem akar yang sangat kuat, yang dapat membuatnya tahan pada kelembaban dan tanah yang kurang subur.
8 sampai 11 ciri ciri ficus retusa, ara jejawi
Eucalyptus
(Dr klasifikasi ilmiah)
1. Kingdom Plantae merupakan kelompok tumbuh tumbuhan yang merupakan organisme eukariotik multiseluler yang memiliki dinding sel dan klorofil.
2. Magnoliophyta merupakan tumbuhan berbunga yang sering kita jumpai di darat. Dikatakan tumbuhan berbunga karena alat reproduksi tumbuhan ini berupa bunga. Divisi Magnoliophyta ini merupakan kelompok tumbuhan yang menghasilkan biji.
3. Magnoliopsida merupakan kelompok tumbuhan berbiji belah atau sering kita sebut berkeping dua.
4. Kelompok tumbuhan Myrtales biasanya merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat berupa pohon atau perdu (semak) dan berakar tunggang.
5. Tumbuhan Myrtaceae merupakan kelompok tumbuhan berupa pohon yang berkhasiat sebagai obat. Tumbuhan ini dapat dikenali dengan mudah melalui kulit luar batangnya yang mengering dan mengelupas.
Dari bentukan umum
6. Akar pohon eucalyptus berjenis tunggang, dengan sistem perakaran muda yang cepat sekali memanjang dan tumbuh menembus ke dalam tanah.
7. Batang tumbuhan eucalyptus dapat tumbuh mencapai 40 meter dengan diameter hingga 100 cm. Kulit bagian luar batang biasanya berwarna coklat muda hingga coklat tua. Tekstur kulit batangnya licin dan mengelupas.
8. Bentuk kulit batang pohon eucalyptus bermacam-macam ada yang kasar dan berserabut, halus namun bersisik, serta tebal bergari-garis atau melekuk-lekuk. Pohon eucalyptus berbentuk sedikit ramping, dengan percabangan ringan sehingga dapat meloloskan sorotan cahaya matahari.
9. Ciri-ciri tumbuhan eucalyptus sedikit berbeda dengan tumbuhan lainnya karena hanya terdapat sedikit daun pada pohon ini. Daun pohon eucalyptus berbentuk oval memanjang serta pangkal daun yang meruncing. Letak anak daun berhadap-hadapan.
10. Pohon eucalyptus memiliki bentuk bunga yang memanjang tanpa tangkai. Benang sari berwarna putih dengan jumlah yang banyak.
11. Beberapa bunga dari jenis pohon eucalyptus dapat menghasilkan serbuk sari dan nektar yang baik untuk madu. Namun ada sebagian jenis eucalyptus yang ditanam sebagai tanaman hias.
B.) Fauna
1. Harimau Sumatera
Harimau sumatera memiliki nama latin Panthera tigris sumatrae yang sudah terkenal di seluruh dunia. Hewan ini memiliki tubuh paling kecil dari semua jenis harimau.Selain berukuran paling kecil, hewan ini juga memiliki warna kulit paling gelap.Corak loreng pada harimau sumatera ini lebih rapat dari pada jenis lainnya.
Bila teman-teman mengamati lebih dekat, corak pada harimau ini menyerupai
sidik jari manusia.Kini populasi harimau sumatera diperkirakan hanya tersisa 400 ekor yang ada di alam bebas.
2. Badak Sumatera
Badak Sumatera banyak berada di Taman Nasional Bukit Barisan, Taman Nasional Gunung Leuser, dan Taman Nasional Way Kambas.Hewan dengan nama latin Dicerorhinus sumatrensis, kini hanya berjumlah 80 ekor sehingga mendapat penjagaan ketat. Badak sumatera ini hanya bisa melahirkan satu anak setiap 3 atau 4 tahun, sehingga pertambahan jumlahnya tidak secepat hewan lain.Sama seperti harimau sumatera, badak sumatera ini termasuk jenis badak dengan ukuran paling kecil dari semua jenis badak.Selain itu, hewan ini juga menjadi satu-satunya badak bercula dua yang ada di Asia.Selain itu, hewan ini juga menjadi satu-satunya badak bercula dua yang ada di Asia.
3. Orangutan
Orangutan atau Pongo di Indonesia terdapat 3 jenis karena tempat tinggalnya yang berbeda. 3 jenis orangutan ini yaitu orangutan sumatera atau Pongo abeli, orangutan kalimantan atau pongo pygmaeus, dan orangutan tapanuli atau Pongo tapanuliensis. Walau sama-sama disebut orangutan, ketiga jenis orangutan itu memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Orangutan sumatera memiliki bulu berwarna cokelat kemerahan dan jumlah hewan ini sekarang sudah semakin sedikit.Karena itu hewan ini begitu dijaga agar tidak punah.
Sedangkan orangutan kalimantan memiliki bentuk wajah besar dengan pelipis yang mirip seperti bantal.
Sama seperti orangutan sumatera, jenis orangutan kalimantan juga sudah nyaris punah.
Orangutan tapanuli merupakan jenis spesies baru yang ditemukan.Hewan ini dalam kondisi yang memprihatinkan karena jumlahnya lebih sedikit dari dua jenis orangutan lain.Semua jenis orangutan ini sudah terancam punah.
4. Gajah Kalimantan
Gajah kalimantan dapat teman-teman temukan di dataran rendah di Kalimantan Timur. Hewan dengan nama latin Elephas maximus borneensis memiliki ukuran cukup kecil, yaitu seperlima dari gajah india.Namun, gajah kalimantan ini memiliki ukuran telinga cukup besar dari jenis gajah-gajah lain.Bentuk gading pada gajah ini relatif lurus dan pendek.Dibandingkan dengan jenis gajah lain, gajah kalimantan termasuk gajak dengan sikap lembut dan tidak agresif.
5. Jalak Bali
Untuk menemui jalak bali, teman-teman bisa datang ke Taman Nasional Bali Barat.Hewan dengan tubuh berwarna putih ini sering disebut dengan nama curik oleh masyarakat lokal. Ciri dari burung ini adalah memiliki bulu putih pada seluruh tubuhnya, kecuali pada bagian ekor dan sayap yang berwarna hitam. Jalak bali adalah jenis burung periang yang suka berkicau atau kadang terlihat menari di atas air.
6. Komodo
Teman-teman tentu tahu hewan satu ini yang bernama latin Varanus komodoensis. Komodo merupakan hewan yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini termasuk dalam kadal terbesar di dunia. Dari sebuah penelitian diketahu bahwa komodo adalah salah satu hewan purba yang masih hidup hingga sekarang.
Untuk mu yang jauh di sana i Miss you
BalasHapus